Charly: ST12 Tetap Sama Trinity

Kapanlagi.com – Keputusan Charly ST12 menerima tawaran bos Nagaswara untuk bekerja sama membangun Swara Pangeran Cinta (SPC) sempat membuat tanda tanya. Apalagi hingga saat ini Charly bersama bandnya masih terikat kontrak di bawah label Trinity Optima Production. Lantas, bagaimana posisi Charlysaat ini?”ST12 tetep sama Trinity. Kita berkarya nggak ada yang ngelarang. Di sini saya mencoba untuk tetap, dan semoga saja semua ini berjalan dengan baik. Ini apresiasi saya,” ungkap Charly saat ditemui di Mario Place Cikini Jakarta Pusat, belum lama ini.

Hal itu juga diperkuat dengan pernyataan Rahayu Kertawiguna sendiri. “Saya hanya menampung dan memberikan peluang untuk produser atau musisi yang berbakat. Kebetulan ada Charly. Karena dia punya band-band dan artis-artis yang bisa diperhitungkan di Indonesia, itu alasan saya mau kerja sama dengan Charly. Karya-karya Charly nggak bisa ditampung di ST12,” imbuh Rahayu.

Selama mengurusi proyek pribadinya, Charly memastikan bahwa dirinya akan tetap memprioritaskan ST12. Begitu pula dengan Pepeng yang juga punya proyek sampingan di luar band yang membesarkan nama mereka tersebut. “Alhamdulillah aku sama Charly sangat beruntung. Kita punya proyek masing-masing, yang pasti nggak mengganggu ST12,” ujarnya.

“Alhamdulillah kita ST12 tetap bisa berjalan bareng. Saya berusaha untuk bisa memahami Pepep dan Pepeng, begitu juga dengan mereka,” sambung Charly.  (kpl/buj/boo)

Charly ST12: Jakarta Bukan Kota Yang Keras

Charly ST12: Jakarta Bukan Kota Yang Keras
Charly ST12 foto:antokaribo

Selasa, 28 Juni 2011 21:18

Kapanlagi.com – Di balik ketenaran ST12, sang vokalis, Charly ST12 teringat mengenai awal karirnya di Jakarta termasuk perasaannya terhadap kota metropolitan ini.Jika banyak orang berpendapat Jakarta adalah kota yang keras, tidak demikian halnya bagi Charly ST12. Menurutnya kehidupan di Jakarta adalah suatu yang wajar.”Jakarta bukanlah kota yang keras, Apapun itu emang engga ada yang gratis. Jakarta jujur dengan seperti itu, ya kita harus berusaha penuh. Yang apa-apa harus bayar engga cuma di Jakarta aja tapi kota lain juga gitu. Nah itu malah bikin kita tertantang untuk mempertahankan hidup dan itulah yg memicu kita untuk mau bisa belajar, atas apa yang sudah dan yang belum kita lakukan,” ujarnya disela-sela Konser Akbar HUT 484, Ancol, Jakut (22/6/2011) malam.

Baginya dimanapun kita berada kalau kita mau berusaha keras pasti terwujud, dan sebaliknya. Termasuk pahit getir kehidupan awalnya di Jakarta di mana saat itu tempat pertama yang dia datangi adalah Manggarai, “Kita manajemennya dulu di situ. Punya duit seribu beli rokok satu batang. Makan mie instan aja.” tambahnya.

Selain itu sekalipun kemacetan di Jakarta yang luar biasa sering dikeluhkan masyarakat, tapi bagi Charly ST12, macet itu yang membuatnya kangen saat ia mudik. (kpl/ato/aia)